![]() | |
|
Pada ending episode sebelumnya, Koo Moon Young mengalami mimpi buruk dan bertemu ibunya dalam mimpi, ibunya marah karena Moon Young membiarkan Moon Gang Tae dan kakaknya tinggal di rumah kecil Moon Young. Suara Moon Young terdengar hingga kamar dimana Moon Gang Tae dan kakaknya beristirahat, hingga membuat Gang Tae khawatir dan pergi melihat kondisinya.
Di dalam kamar, Gang Tae melihat Moon Young ketakutan, melotot dan mendongakan kepalanya, seperti ketakutan melihat seseuatu. Tanpa berfikir panjang Gang Tae menghampiri dan memeluknya. Ia menenangkannya dan mengatakan semua baik-baik saja. Moon Young tanpa sadar terus memintanya untuk pergi. Memegangnya dengan erat dan terus memintanya untuk lari keluar dari rumah karena takut ibunya akan mencelakakan mereka, jika mereka tetap tinggal di kastil tersebut.
Setelah melihat sisi lemah Moon Young malam itu, Gang Tae seperti ternyuh dan merasa iba. Moon Young tidak pernah menunjukan ketakutannya selama ini dan selalu bertindak tanpa berfikir. Tapi berbeda dengan malam itu, Gang Tae merasa harus tetap disisinya dan mengingkari perkataannya sendiri.
Jika sebelumnya Moon Young harus merengek untuk membuat Gang Tae tetap tinggal tapi saat ini dengan tanpa paksaan Gang Tae berjanji untuk tidak pernah pergi dan tetap disisi Moon Young.
Moon Gang Tae sengaja tidak pergi kerja hari itu dan berniat mengantar kakaknya pergi ketempat ia bekerja. Di dalam bus sepanjang perjalanan, Gang Tae bertanya kepada Sang Tae kakaknya bukankah hal yang berat baginya untuk bekerja di banyak tempat. Ia menceritakan kekhawatirannya, jika suatu saat kakaknya akan merasa sangat letih dan sakit.
![]() | |
|
Namun di luar dugaan Sang Tae mengatakan justru Gang Tae lah yang terlihat seperti orang yang sakit, karena sering sekali merengek/meracau setiap malam. Kaget dengan perkataan sang kakak, Gang Tae berdalih ia sangat sehat dan kebingungan mengapa ia merengek saat tidur meskipun ia bugar. Lagi-lagi jawaban sang kakak membuatnya terdiam. Sang Tae mengatakan, kalau hatinyalah yang sakit. Hati bisa berdiam diri dan menahan rasa sakit saat terjaga, namun tubuh akan merasakannya saat kita tidur.
Menurut ku, sepertinya Sang Tae ingin memberi tahu Gang Tae bahwa, ketika hati kita terluka, kita dapat berpura-pura baik-baik saja dan menahannya. Namun alam bawah sadar kita dengan cerdas menangkap setiap rasa yang mungkin terlalu cepat untuk fikiran kita dapat memproses itu semua. Sehingga semua akan terefleksi saat kita tidur. Perasaan tidak nyaman akan masuk kedalam alam mimpi dan tubuh akan meresponsnya seperti mengiyakan kalau Gang Tae memang benar tidak baik-baik saja.
Setelah mengantar kakaknya bekerja, ia menyempatkan diri untuk membeli obat. Ia teringat keadaan Moon Young semalam, Moon Young mengalami mimpi buruk dan ketakutan sehingga membuat suhu tubuhnya naik. Ia berharap obat pereda panas dapat membuat keadaan Moon Young lebih baik.
Disisi lain, mantan CEO penerbit bukunya terdahulu terus saja berfikir bagaimana mengembalikan keadaan seperti semula. Setelah mendengar dari Gang Tae bahwa Moon Young sakit, ia bertekat untuk menemuinya lagi, untuk merayunya agar mau kembali ke Seoul dan kembali fokus menulis buku kembali.
Sesampainya di kastil tua, CEO mendengar suara pecahan kaca yang berasal dari dalam kamar Moon Young. Moon Young berencana untuk menggunting rambutnya setelah teringat perkataan ibunya di masa lalu yang mengatakan ia terlihat cantik dengan rambut panjang terurai. Ibunya memaksanya berjanji untuk tidak pernah memotongnya, meskipun Moon Young merasa bosan. Namun dengan rasa takut, ia menurutinya.
![]() | |
|
CEO melihat retakan dan pecahan kaca di meja rias dan bertanya, apa yang sebenarnya terjadi. Moon Young menjawab bahwa ia tidak mampu mengacuhkan ibunya. CEO yang sudah berpuluh tahun bekerja dengannya menyadari bahwa Moon Young mulai kembali berhalusinasi. Ia bertanya sejak kapan ia kembali berhalusinasi seperti dulu, "semenjak awal ia menempati kastil terkutuk itu". Mendengar hal itu, ia memaksa Moon Young untuk keluar dari rumah tersebut. Menariknya dan membawa seluruh pakaiannya yang ia taruh di dalam koper kecil milik Moon Young.
Sepertinya niat CEO baik. Mungkin awalnya, seperti pembisnis lain yang berfikir mengenai profit atau keuntungan, namun setelah bertahun-tahun bersama, mereka semakin mengenal kekurangan dan kelebihan satu sama lain. Dari raut wajahnya, ia sepertinya benar-benar kawatir tentang keadaan Moon Young saat ia mendengar Moon Young mulai berhalusinasi kembali.
Di tangga, Gang Tae yang melihat kejadian tersebut berteriak. Ia melihat CEO berusaha menarik Moon Young untuk ikut bersamanya sedangkan Moon Young berusaha dengan gigih berpegang pada ujung tangga. Moon Gang Tae berteriak dan bertanya apa yang CEO lakukan. Ia melindungi Moon Young dan mengusir CEO keluar dari rumah.
![]() |
| It's Okay To Not Be Okay |
Di dalam kamar Moon Young, Gang Tae mengeluarkan obat pereda panas yang ia beli sesaat sebelum kembali ke kastil terkutuk dan memberikannya pada Moon Young. Salah satu kekurangan Moon Young adalah dia tidak bisa mengekspresikan dengan baik perasaannya. Mungkin karena ia terbiasa hidup dalam kontrol ibunya yang aneh dan sangat protective itu.
Bukannya mengucapkan terima kasih, ia malah mengatakan kalau obat tidak akan bisa menyembuhkannya, alih-alih hanya akan membuatnya kecanduan. Sebenarnya pada kasus seseorang yang mengalami masalah psikologi, Psikiater akan memberikan obat seperti obat nyeri, atau obat penenang. Tapi obat-obat tersebut tidak akan benar-benar mengobati lukanya. Hal itu mengapa terapi juga di butuhkan, untuk mengenali akar dari permasalahan yang dihadapi. Bagaimana kita bisa menyembuhkan kalau kita tidak dapat mengidentifikasi apa sebenarnya yang membuat kita bereaksi seperti itu. Lalu jika kita sudah mengedentifikasinya, kita harus memiliki kemauan, apakah kita memiliki tekat dan kemauan yang cukup untuk bisa keluar dari masalah itu?
Karena tau obat tidak bisa menyembuhkan Moon Young seperti yang Moon Young katakan, Gang Tae mengajak Moon Young untuk berjalan-jalan, menghirup udara segar.
Saat di restoran, Gang terus saja menyiapkan daging untuk Moon Young, hingga Moon Young bertanya apakah Gang Tae tidak lapar. Gang Tae berdalih kalau ia tidak lapar dan membiarkan Moon Young menghabiskan semua sisa daging yang ada. Moon Young tau kalau sebenarnya Gang Tae menahan dirinya dan membiar Moon Young memakannya sendiri. Namun sikap Gang Tae yang seperti itulah yang membuat Moon Young merasa ingin membuat Gang Tae menjadi diri yang sebenarnya. Seperti makan jika ia memang ingin makan atau sekedar mencobanya meskipun tidak lapar. Namun Gang Tae hanya sibuk mengurusi Moon Young tanpa memperhatikan dirinya sendiri.
![]() | |
|
Sepertinya kegiatan tersebut sudah berulang-ulang terjadi sejak Gang Tae kecil. Ia harus menahan dirinya demi sang kakak. Seperti perkataan mendiang ibunya saat mereka masih kecil, bahwa ibunya melahirkan Gang Tae hanya untuk menjaga sang kakak yang mengidap autisme. Layaknya anak penurut, Gang Tae melakukannya hingga mereka dewasa. Mengalah dan menahan diri menjadi kebiasaanya.
Berbeda dengan Gang Tae yang selalu mendahulukan orang lain dan selalu menahan dirinya apalagi menyangkut kakaknya. Moon Young keterbalikannya. Ia selalu bertindak acuh dan tidak berfikir bagaimana perasaan orang lain. Ia selalu mendahului perasaannya dan tidak mengerti bagaimana melakukan sesuatu dengan cara yang baik.
Menurut ku justru ini yang membuat mereka compatible for each other, Gang Tae sulit untuk mengungkapkan perasaannya dan lebih menahan diri, sedangkan Moon Young tau betul apa yang Gang Tae rasakan, Berulang kali Gang Tae kaget dengan perkataan Moon Young dan tindakan yang ia lakukan. Seperti melakukan telepati mind.
Sebenarnya hidup Gang Tae sendiri sudah cukup sulit. Ia harus mengurusi kakaknya yang mengidap autisme, ia dituntut untuk menjadi dewasa diumurnya yang saat itu masih kecil, bahkan berusaha menahan dirinya sendiri dan mendahului kepentingan kakaknya. Terlebih, rasa kecewa yang ia rasakanya kepada sang ibu yang sedari kecil selalu memperhatikan kakaknya lebih dari dirinya. Ia merasa diacuhkan, dan dipaksa untuk menuruti kemauan ibunya tanpa bisa mengutarakan perasaannya. Ditambah saat ini ia harus berada di sisi Moon Young yang bertindak apa adanya dan dengan bebas menunjukan dirinya yang sebenarnya di depan orang lain. Tapi apakah itu bagian dari cara Moon Young untuk mempertahankan diri, agar dia tidak terlihat lemah di depan orang lain?
Telah diketahui bahwa ibu Moon Young sempat hilang selama 5 tahun sesaat ia menulis buku terakhirnya dan kemudian diketemukan meninggal. Dalam bayangan masa lalu Moon Young yang sempat di sampaikan di dalam cerita, Moon Young melihat ibunya tergeletak dengan bersimbah darah di dalam ruang bawah tanah yang tidak boleh dimasukinya. Moon Young kecil berdiri di depan kamar tersebut dengan darah mengalir keluar hingga mengenai kaki kecilnya. Ini yang masih menjadi teka-teki misterius. Benarkah ibu Moon Young benar-benar menghilang seperti yang diceritakan kepala dokter rumah sakit jiwa, ataukah memang sengaja di bunuh?
Saat itu, kepala dokter rumah sakit jiwa tempat Moon Gang Tae bekerja mengingat kembali wawancaranya di masa lalu dengan ayah Moon Young saat ia masih bisa berkomunikasi lebih baik dari saat ini. Pada cuplikan tersebut, ayah Moon Young mengaku bahwa sang istri begitu mencintai anak semata wayangnya, terlalu mencintainya, bahkan selalu menyanyikan lagu tidur untuk nya setiap malam. Ayah Moon Young terlihat sedikit menyeringai saat mengatakan bahwa ibu Moon Young mungkin tidak tahu makna tersembunyi di balik lagu yang selalu ia nyanyikan untuk Moon Young setiap malam, btw apakah maksud dari senyumnya itu ?
![]() | |
|
Di situasi lain, pada episode sebelumnya ada seorang ibu yang mengaku-ngaku menjadi ibu dari Moon Young, percakapan antara keduanya membuat ibu tersebut tidak sadarkan diri. Di episode kali ini Moon Young membuatnya menyadari bahwa anak perempuan semata wayangnya telah tiada, meninggal karena tertabrak mobil setelah mereka bertengkar hebat karena hadiah mahal yang anaknya belikan untuk ibunya. Aku fikir mungkin itu yang membuat mengapa si ibu selalu memakai selendang dimanapun ia berada. Karena rasa bersalah terhadap putrinya.
Ungkapkan rasa bersalah ibu tersebut membuat Gang Tae mengingat masa lalu yang terjadi antara dia dan ibunya. Moment dimana sang ibu mengatakan kepada Gang Tae sambil memeluknya kalau ia sengaja dilahirkan hanya untuk menjaga Sang Tae. Saat memandangi langit bersama dengan sahabatnya, ia bertanya apakah ibunya juga merasa bersalah karena telah menyakiti hatinya, sama seperti ibu tersebut.
Dalam keadaan mabuk Gang Tae melihat Moon Young tertidur di tangga kastil. Ia bertanya kenapa Moon Young tertidur disana. Moon Young menjawab dengan berteriak bahwa Gang Tae lah yang membuatnya seperti itu, karena Gang Tae menyuruhnya menunggu. Menyadari bahwa Gang Tae mabuk, ia merasa seperti ingin minum alcohol juga, namun di tolak oleh Gang Tae dengan alasan, jika mereka berdua mabuk, akan sangat berbahaya.
![]() | |
|
Gang Tae menyerahkan boneka yang ia bawa dari rumahnya. Ia memberikannya pada Moon Young dan mengatakan kalau ia membuatnya sendiri karena Sang Tae kakaknya juga sering bermimpi buruk seperti Moon Young. Ia membuatnya dengan harapan segala mimpi buruk akan terserap kedalam boneka sehingga ia tidak akan merasa ketakutan lagi dalam mimpi. Moon Young tersenyum kecil melihat boneka itu saat Gang Tae berlalu pergi.
![]() | |
|
Di dalam kamar Gang Tae menghampiri kakaknya yang sedang tertidur. Sang Tae mengatakan kalau ia sangat benci di peluk Gang Tae jika ia sedak mabuk, karena bau alcohol yang kuat. Namun Gang Tae tidak mengindahkan dan terus memeluknya dari belakang sambil menanyakan apakah kakaknya rindu memakan Jamppong, makanan kesukaannya yang berada dekat pasar.
Sang Tae justru mengatakan, mereka sering kesana karena ibunya tau kalau Gang Tae sangat menyukai makanan tersebut, bahkan sengaja mampir hanya untuk membelinya sebelum pulang kerumah. Gang Tae mengingat moment masa lalu saat ibunya memesan 2 Jamppong dan memastikan kedua anaknya makan dengan lahap. Saat cuplikan ditengah hujan sesaat setelah mengunjung toko makanan Jampoong, ibunya hanya sibuk memayungi kakaknya agar Sang Tae tidak terkena hujan dan bertindak acuh terhadap Gang Tae, yang tertinggal di belakang dengan tubuh basah terkena hujan.
Pada saat itu, hanya cuplikan itu yang muncul. Namun, pada episode ini ternyata ada kelanjutanya. Ibunya tidak benar-benar acuh, sesaat ibunya menoleh kebelakang dan memanggil Gang Tae agar dia cepat berdiri dibawah payung. Ia mengatakan dengan hangat agar Gang Tae harus mengganti bajunya sesaat sampai rumah nanti. Seketika Gang Tae sedih mengingat hal tersebut dan menangis. Ia menyadari bahwa ia sangat merindukan ibunya. Sedikit-demi-sedikit ia menyadari bahwa ibunya tidak benar-benar acuh padanya. Menurutku sepertinya dia memiliki rasa bersalah karena selama ini berfikir buruk tentang ibunya.
Di rumah sakit, Moon Young marah karena tahu bahwa karena kelas bahasanya ditiadakan tanpa memberi tahunya lebih dahulu. Ia sengaja pergi mencari ketua dokter rumah sakit untuk menanyakan alasannya. Namun siapa yang menyangka bahwa dokter tersebut sedang berbincang dengan ibu yang selalu memakai selendang. Melihat keberadaan Moon Young sang dokter takut dan pergi. Iya terus menghampiri dan akhirnya berdiri tepat didepan ibu selendang tersebut. Sang ibu meminta maaf karena selama ini salah mengira kalau Moon Young adalah puterinya.
Gang Tae yang mendengar dari perawat lain kalau Moon Young marah dan sedang menghampiri ketua dokter, bersikeras akan menemui Moon Young, takut jika sesuatu terjadi. Ia yang melihat Moon Young berdiri di depan ibu selendang menhampirinya. Saat ibu tersebut meminta maaf kepada Moon Young, Moon young justru mengatakan kalau ia seharusnya memberikan selempang mahal tersebut jika memang ia merasa bersalah.
Ibu tersebut mengiyakan yang di susul dengan tatapan bingung Gang Tae. Sesaat setelah Moon Young pergi membawa selendang tersebut, sang ibu mengatakan bahwa ia seperti merasa bebannya ikut menghilang.
Gang Tae menyadari bahwa apa yang Moon Young lakukan sama seperti kisah dongeng yang Moon Young tulis di bukunya. Anjing kecil yang tidak bisa melepaskan diri bukan karena tidak ingin, tapi karena ia lupa bagaimana cara melepaskan. Moon Young membantu sang ibu melepaskan beban di pundaknya dengan mengambil selendang pemberian anaknya. dengan harapan sang ibu sudah waktunya melepaskan sang anak dan rasa bersalah yang selama ini ia pendam. Gang Tae memuji tindakan Moon Young tersebut dengan memberikan elusan hangat di rambutnya.
![]() | |
|
Di Kastil terkutuk, Moon Young memberanikan diri melawan ketakutannya dengan memotong rambutnya sendiri. Ia dengan berani berusaha mengacuhkan ibunya.
Gang Tae yang melihat rambut baru Moon Young terkejut, keduanya pun tertawa. Dengan sedikit dibantu oleh Gang Tae untuk merapihkan rambut Moon Young yang ia potong tak beraturan. Moon Young menatap kaca yang ada di dalam toilet rumahnya. Ia melihat dirinya dengan tidak percaya atas apa yang ia lakukan.
Ia berbalik dan tersenyum menatap Gang Tae dan bertanya, bagaimana penampilannya. Gang Tae menjawab dengan wajah terpana bahwa ia cantik.
![]() | |
|
Disini kita belajar, ketakutan terbesar adalah saat kita berusaha memulainya. entah dalam hal apapun. Sedangkan kita tidak pernah tau, ternyata itu lebih mudah dari yang kita fikirkan saat kita sudah melewatinya dan menoleh kebelakang.
Dari yang aku lihat selama aku menonton hingga episode ketujuh ini, ketakutan terbesar Moon Young adalah ibunya sendiri. Ini mengapa, ia selalu bermimpi buruk jika memimpikan ibunya, seperti yang ia katakan pada Gang Tae, di dalam mobil saat mereka pulang menuju kastil terkutuk. Tapi sedikit demi sedikir, dia berani melawan ketakutannya.
Teman-teman yang mau menonton dramanya bisa klik link berikut tonton disini
Ada yang punya pendapat lain tentang dramanya? Yuk tulis komentar kamu di kolom komentar.










Comments