![]() |
| laman situs Drakor-ID |
Hai bagi kamu pecinta Drama atau Reality Show yang berasal dari Korea, pasti pernah dong merasakan berburu situs yang menyediakan program atau drama favorite kamu secara gratis? Setelah pemblokiran situs nonton gratis seperti IndoXXI, Gahool, Rebahin, Lk21, Dramaqu dan masih banyak lagi oleh pemerintah, mencari situs yang menyediakan nonton film, drama atau reality show secara gratis semakin sulit diitemukan. Pilihannya semakin mengerucut ke situs berbayar yang memang aman untuk diakses, namun harus mengeluarkan kocek untuk bisa mengaksesnya. Sebenarnya apa sih tujuan pemerintah membasmi secara besar-besaran situs-situs "gratis" tersebut?
1. Melindungi Hak Intelektual (HAKI)
Hadirnya berbagai situs ilegal seperti IndoXXI, Gahool, Rebahin, LK21, dramaqu. dll secara langsung dapat mencederai Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) dari para pembuat film atau drama yang hasil produksinya dapat diperjual belikan secara ilegal oleh oknum tidak bertanggung jawab. Karena mudahnya mengakses situs tersebut ditambah teknologi yang semakin canggih, masyarakat akan dengan mudah mengunduh film atau drama yang mereka akses tersebut. Sedangkan para pembuat film atau drama tersebut tidak menerima royalti atas penjualan film atau drama yang mereka produksi
2. Iklan Yang Tidak Ramah Anak
Jika kalian pernah mengakses situs nonton "gratis" tersebut, pasti pernah melihat sejumlah iklan yang dipasang memenuhi situs. Tidak jarang iklan-iklan tersebut menampilkan gambar tidak lulus sensor atau menampilkan iklan bertema judi. Namun sayangnya, semua orang dapat mengakses situs nonton "gratis" tersebut secara mudah dan tidak menutup kemungkinan jika anak-anak dibawah umur juga mengakses situs tersebut.
Sedangkan seperti yang kita ketahui, setiap film atau drama memiliki rate usia yang boleh atau tidak diperbolehkan. Contohnya, jika film tersebut dapat ditonton oleh anak berusia 15 tahun, namun orang tua tetap harus mendampingi jika ada adegan yang sulit untuk diinterpretasikan oleh anak agar makna film dapat tersampaikan dengan baik dan tidak menimbulkan missconception.
3. Mudah Terkena Virus
Situs-situs illegal memiliki tingkat keamanan yang rendah. Jika kalian mengakses untuk menonton sebuah film, kalian diharuskan mengklik tulisan "close" atau "x" untuk dapat menikmati film atau drama tersebut. Namun, karena tingkat keamanan yang rendah, sering kali ditemukan kasus handphone anda mengalami freezing atau menampilkan iklan secara terus menerus tanpa bisa kembali seperti semula.
Pada kondisi seperti ini nonton "gratis" yang kita bayangkan sebenarnya tidaklah gratis, karena setiap kali kita mengklik untuk menghilangkan iklan yang keluar secara beruntut, pemilik situs akan mengalami keutungan.
Dikutip dari kompas.com berdasarkan penjelasan dari spesialis keamanan internet , Alfons Tanujaya dari Vaksin.com bahwa penonton memang sengaja dipaksa untuk menutup rentetan iklan yang terpampang agar kita bisa menikmati film/drama yang ingin kita tonton, hal tersebut agar si pemilik situs mendapatkan keuntungan dari pengiklan.
4. Industri Film Indonesia Merugi
Mudahnya seseorang dapat mengakses situs nonton illegal, membuat mereka enggan untuk menonton ke bioskop. Karena mereka dapat mengakses kapanpun, dimanapun, tanpa mengeluarkan biaya untuk bisa menikmatinya. Jika demikian jelas, Industri Film akan merugi ratusan bahkan hingga miliaran rupiah.
Dikutip dari katadata.co.id, perwakilan APROFI (Asosiasi Produser Film Indonesia) Sheila Timothy mengatakan bahwa situs nonton ilegal dapat menghambat bisnis industri film seperti bioskop atau perusahaan layanan digital yang menyediakan layanan nonton online secara resmi.
Setelah pembasmian secara besar-besaran di awal tahun 2020, ada lebih 1130 situs illegal yang berhasil di block oleh pemerintah guna melindungi HAKI dan kemajuan Perindustrian Film Indonesia. *
Semenjak saat itu banyak situs ilegal yang kucing-kucingan dengan pemerintah dengan merubah domain situs mereka berkali-kali guna menghindari pemblokiran dan sanksi hukum. Diantara situs tersebut, ada beberapa situs nonton Korea illegal yang masih aktif hingga saat ini, diantaranya adalah :
1. Drakor-id
2. Drakorindo
3. Kisstvshow
4. Dramaid
5. Asiancrush
6. My Taxi
Namun, sebagai masyarakat Indonesia yang baik sudah sepantasnya kita mendukung pemerintah dengan tetap mengakses situs resmi guna memajukan Perindustrian Film Indonesia. Ada banyak situs resmi yang dapat menjadi referensi teman-teman untuk menonton film dalam maupun luar negeri di sela-sela waktu luang, seperti :
1. Iflix
2. VIU
3. Netflix
4. Viki
5. Tubi
6. Vidio
Meskipun situs diatas tersebut berbayar, tapi kamu tidak perlu khawatir karena mereka biasanya menyediakan paket bundling yang lebih ekonomis. Harus dipahami juga meskipun situs tersebut bertitle "berbayar" namun kamu masih bisa menemukan film atau drama yang available untuk di tonton tanpa harus melakukan subscription terlebih dahulu, loh.
Semoga informasi yang aku berikan bermanfaat untuk kamu ya.
Semenjak saat itu banyak situs ilegal yang kucing-kucingan dengan pemerintah dengan merubah domain situs mereka berkali-kali guna menghindari pemblokiran dan sanksi hukum. Diantara situs tersebut, ada beberapa situs nonton Korea illegal yang masih aktif hingga saat ini, diantaranya adalah :
1. Drakor-id
2. Drakorindo
3. Kisstvshow
4. Dramaid
5. Asiancrush
6. My Taxi
Namun, sebagai masyarakat Indonesia yang baik sudah sepantasnya kita mendukung pemerintah dengan tetap mengakses situs resmi guna memajukan Perindustrian Film Indonesia. Ada banyak situs resmi yang dapat menjadi referensi teman-teman untuk menonton film dalam maupun luar negeri di sela-sela waktu luang, seperti :
1. Iflix
2. VIU
3. Netflix
4. Viki
5. Tubi
6. Vidio
Meskipun situs diatas tersebut berbayar, tapi kamu tidak perlu khawatir karena mereka biasanya menyediakan paket bundling yang lebih ekonomis. Harus dipahami juga meskipun situs tersebut bertitle "berbayar" namun kamu masih bisa menemukan film atau drama yang available untuk di tonton tanpa harus melakukan subscription terlebih dahulu, loh.
Semoga informasi yang aku berikan bermanfaat untuk kamu ya.

Comments