Halo semuanyaaa...
karena kemarin aku sempat menyinggung sedikit tentang jurusan ku yaitu Hubungan Internasional, aku enggak pengen temen-temen semua salah kaprah tentang jurusan ku. meskipun kemarin aku sempat bilang kalau banyak perusahaan yang lebih memilih lulusan Ilmu komunikasi daripada jurusan ku ini, tapi bukan berarti jurusan ku bener bener tidak ada prospek yang menjanjikan di masa depan setelah kalian lulus ya teman-teman. I think its gonna be useful since mungkin aja diantara temen temen semua ada yang baru lulus SMA dan sekarang masih cuti karena beberasa alasan dan masih in a swing direction kira kira mau ambil jurusan apa yaa kuliah nanti... atau temen-temen yang di tahun-tahun akhir masa SMA nya... mungkin butuh referensi untuk memilih jurusan?????
tapi pertama-tama aku mau disclaiming dulu nih kalo aku itu bukan anak psikologi (yaiyalah ya jelas jelas diawal aku bilang jurusan ku HI ) -_-, atau expertise yang bisa memberikan well advise ke arah mana temen-temen seharusnya berlabuh *cailah lebay banget lu pre*. Karena itu temen-temen baca article ku nya santai aja yaaa... jangan ngotot... wkwkwwk oke??? *kedip* *kedip*
Jadi gini sebelum aku kasih tau ke temen temen apa sih Hubungan Internasional itu? bakal mempelajari apa sih? terus nanti kerjanya apa setelah lulus?? well.. well.. okee pasti bakal aku jelasin tapi sebelumnya aku ceritain dulu ya ke temen-temen bagaimana awalnya aku bisa ada di dunia itu. *asikkk*. // Jadi dulu sebenernya aku engga tau HI itu jenis jurusan apa. wkwk semua bermula saat aku terinspirasi jadi reporter yang tugasnya dikirim ke daerah daerah konflik. *this is the true*. at that time I was inspired by wartawan metro tv, Meutya Hafid dan juru kamera nya yang di sandera selama 168 jam oleh mujahidin Irak pada tahun 2005. Saat itu aku merasa takjub, pekerjaan yang menantang dan mengharukan menurut ku. Sebuah pekerjaan yang mulia dan luar biasa menantang. beberapa saat setelahnya aku jadi terobsesi untuk bisa bekerja di ruang lingkup yang challenging sekaligus bisa berkontribusi untuk negara.
Naaah pada saat SMA baru deh aku mengenal yang namanya jurusan Hubungan Internasional. itu setelah aku melihat profile dari wakil menteri luar negeri bapak Dinno Pati Djalal. Aku berfikir aku ingin berkontribusi terhadap bangsa dan dapat merasakan tugas di daerah atau negara konflik, tetapi kalau aku hanya seorang reporter jaminan akan keselamatan ku sangat kurang dan terlalu riskan. aku kan juga harus memikirkan kondisi keluarga ku nanti ya kan mate. lalu... AHA! kenapa tidak aku bercita cita menjadi seorang diplomat atau duta besar? // well... terdengar lucu memang, aku mengatakan seakan akan itu pasti akan terjadi dan mungkin akan terjadi keesokan hari. Tapi mates, never underestimate the power of your dream, because perhaps you will be surprised oneday if it comes true!..
Aku berfikir jika aku menjadi seorang diplomat atau duta besar, tentu akan ada banyaak sekali hal yang bisa aku lakukan untuk membantu teman teman Indonesia yang mengalami kesulitan disana. Seorang duta besar terlebih lagi adalah gardu terdepan dari pemerintahan Indonesia di luar negeri. Jadi dimulai saat itu, aku benar-benar memusatkan niat dan perhatian ku bagaimana cara nya aku bisa menjadi seorang diplomat atau Duta Besar.
Pertama-tama aku berinisiatif untuk mengambil jurusan Bahasa. Jadi alhamdulillah di SMA aku itu ada jurusan lain selain IPA dan IPS, yaitu Bahasa. Do you know mates, sepenuh hati aku meyakinkan orang tua ku untuk diizinkan mengambil jurusan itu, since as I knew ayah sangat ingin anaknya bisa berada di jurusan IPA. terlebih jurusan Bahasa pada saat itu masih terdengar sangat asing. Katanya menurut kabar-kabari , kalau kita dari jurusan IPA itu kita sudah aman deh mate. nantinya saat ingin menentukan jurusan kuliah, we can stay di line jurusan IPA, atau kita bisa lintas jurusan ke IPS atau mungkin bahasa. sedangkan jurusan lain seperti IPS atau Bahasa tidak bisa seperti itu. kira kira menurut mu bagaimana mate? // Menurut ku tidak sepenuhnya salah dan tidak sepenuhnya benar. hehe *cari aman ya fre?*
Apa ada alasan lain kenapa aku kekeh untuk bisa diizinkan mengambil jurusan bahasa?
ya tentu ada.. pertama, karena aku tidak terlalu menyukai pelajaran Matematika, fisika, kimia dan segala nya yang memerlukan logika berhitung. sedangkan yang aku tau, di jurusan Bahasa nantinya aku akan lebih banyak menganalisa bacaan dan belajar berbagai bahasa. kebetulan di sekolahku mewajibkan muridnya memilih salah satu dari 2 bahasa asing selain bahasa Inggris, yaitu bahasa Jerman dan bahasa Jepang. Sedangkan untuk kami anak Jurusan Bahasa, kita diwajibkan untuk mempelajari kedua bahasa tersebut. OHIYA! dari yang aku tau, anak jurusan Bahasa lebih kreatif. aku banyak menemukan hasil karya seni di kelas anak-anak Bahasa, apalagi karena jumlah siswa yang memilih bahasa tidak terlalu banyak, jadi mereka lebih solid dan memiliki jiwa kekeluargaan lebih tinggi satu dengan yang lain. *ahhh.. it reminds me about the good old days* *I miss you guys*
The day has finally came, masa ambil rapot tiba.. dan yaaa saya berhasil menjadi anak jurusan Bahasa!! hahaha...
ohiya balik lagi ke pembahasan awal mengenai bagaimana langkah ku untuk mewujudkan mimpi ku. // selain aku memutuskan untuk menjadi murid Jurusan Bahasa, aku berfikir kembali mengenai nilai-nilai bahasa Inggris ku yang.... hmmmphh mengecewakan. just for information, sewaktu SMP dulu, aku benciii sekali mata pelajaran Bahasa Inggris. kira kira temen-temen ada yang seperti aku??? // pokoknya pada saat itu, aku merasa sulit memahami dan menghafal grammar, vocabulary dan lain lain. itu masih terbawa hingga aku SMA, yaa meskipun aku merasa sudah agak lebih baik dan memiliki beberapa kemajuan. Karena alasan itu, aku meminta ayahku untuk mendaftarkan aku dikelas bahasa inggris. Dimulai saat itu, setiap selasa-kamis (untuk mereka yang Les ditempat yang sama dengan ku pasti faham sekali, kursus bahasa inggris mana yang sedang ku bicarakan. hahaha), setiap selasa dan kamis aku mengikuti les Bahasa inggris. Yaa.. ini adalah salah satu dedikasi ku untuk mewujudkan mimpi ku pada saat itu.
Setelahnya aku mulai membuat mind map mengenai target nilai yang ingin ku capai dan Universitas Negeri mana yang ingin aku tuju. Everything on the right track hanya saja aku tidak benar benar memahami betapa penting nya bersungguh sungguh di dalam pelajaran -_-. Menurut ku aku sudah berhasil mengidentifikasi mimpi ku yang ingin aku realisasikan menjadi kenyatan yang indah, aku sudah berhasil membangun line yang ku hubungkan satu dengan yang lain nya untuk mendukung realisasi ku tersebut, hanya saja,, aku kurang ambitious dan tahan banting.
Hampir seluruh teman-teman ku diterima di Universitas Negeri dengan jurusan yang hampir semua adalah Bahasa. entah Sastra Inggris, cina, korea, Sastra Indonesia, Jerman, dll. Disaat beberapa teman-teman ku yang lain yang tidak lulus jalur undangan, mereka berusaha mencari alternative lain dengan mengikuti bimbingan masuk perguruan tinggi, namun aku hanya berpasrah dengan nasib, aku beralasan, mungkin belum menjadi rezeki ku. toh masih banyak sekali Universitas swasta yang tidak kalah bagus dll. Pada saat itu aku merasa satisfied, karena walaupun tidak berhasil menjadi mahasiswa perguruan negeri aku bisa menjadi mahasiswa Jurusan Hubungan Internasional. yup you can see my dedication to create my dream doesnt stop there only because I did not accept at State University. I kept continue and follow my dream. Sampai akhirnya aku wisuda dengan gelar S.IP dengan IPK 3.30/4.00. Then,, how about my dream? Do I still have the same desired as I did before??? jawaban nya ada di postingan ku selanjutnya yaaaaaaaa..... (Yaallah gaya banget aku) hahahaha bodo ah,,, blog blog aku kaaan pweee :p
Kesimpulan nya adalah... untuk teman-teman yang sudah memiliki hasrat yang sangat besar pada jurusan tertentu, tentu kalian boleh memiliki perasaan itu, hanya untuk sekedar berhayal bagaimana kalau cita-cita, hasrat, keinginan kalian itu akan jadi kenyataan beberapa tahun kedepan tentu sangat boleh. Apalagi kalau hasrat dan keinginan itu membuat kalian jadi bekerja 2, 3, 4 kali extra giat untuk mewujudkan nya, tentu itu merupakan hal yang baik bukan??? hehe
Karena, takdir sudah ditentukan sejak pertama kali Allah memberikan detak jantung pertama untuk kita saat kita didalam kandungan ibu kita, yang bisa kita lakukan adalah berusaha bagaimana mimpi, keinginan, cita-cita, dan hasrat tersebut bisa berubah jadi kenyataan yang indah kelak :). Untuk teman-teman yang sedang mengidentifikasi mimpi menjadi harapan yang terwujud, jangan terburu-buru. Kalian masih punya waktu untuk berfikir dan mencari tahu arah tujuan kalian. slowly but sure :). Untuk mereka yang sudah tau passion dan cita-cita yang ingin kalian raih, from now on lets start to make those line saling terhubung satu dengan yang lain untuk menjadi pendukung mimpi itu bisa jadi kenyataan. contohnya seperti, apa langkah awal yang harus kalian persiapkan dan potensi apa yang masih harus kalian gali. Yakinlah, sekeras apapun orang tua kalian mengingkan hal sebaliknya dari apa yang kalian mau, jika kalian bisa meyakinkan mereka seperti apa gambaran yang ingin kalian raih dan bagaimana langkah yang akan kalian ambil untuk mewujudkan nya, mereka akan memahami dan mendukung :) yaa istilahnya kalo presentasi kalian bagus, yang akan menanam modal juga akan percaya dan mau menanamkan modalnya. Apalagi ini orang tua kita sendiri loh mate, pasti ingin kita menjadi orang yang sukses nantinya.
Jangan lelah untuk membangun mimpi jadi kenyataan. enjoy the moment while you can still become a senior high school student. karena contohnya aku, aku merasa 3 tahun adalah waktu yang super singkat jika aku mengingat nya lagi sekarang. dulu sih iya aku mikirnya ko ya lama banget rasanya, kapan nih aku jadi mahasiswa. lol pengen bebas, pengen wandering jauh dari orang tua, pengen independent, but trust me mate, you will miss your senior high school moment. :))
semoga tulisan aku bisa bermanfaat untuk banyak orang. Terima kasih sudah membaca hingga akhir. sampai ketemu lagi ditulisan ku berikutnyaaa.. bantu aku untuk berkembang dengan memberikan masukan lewat kolom komentar ya teman-teman.
Comments