Report Abuse

Blog Archive

Featured

Comments

Skip to main content

Kuliah jurusan HUBUNGAN INTERNASIONAL tapi kerja di MARKETING ????

It has been a long long time guys ! well, apa kabar kalian ? Gila, ini sudah berabad ya aku ngga nulis apapun disini. Hiks jadi sedih. Selama itu, banyaak banget hal-hal yang terjadi, my graduation day, career development, my decision making process, and a lot!

Sesuai dengan judul yang aku buat, saat ini aku mau membahas tentang pilihan karir ku setelah lulus dari Universitas. Hah ngga nyangka seberat itu aku mengambil judul thesis - you know, my thesis related to Iran, America, Israel relations, debating about the acquire of nuclear weapon. Butuh exactly a year to finish it, and here I am today, having a job as a marketeer. lol.

Don't missunderstood, tidak ada yang salah dengan jenis pekerjaan apapun itu as long as halal ya pemirsa. Mungkin yang membuat orang-orang diluar sana julid dan mempertanyakan "kok belajar HI, ujung-ujungnya jadi anak marketing" atau "Capek capek kuliah politik, kerjanya di komunikasi" atau.. banyak lainnya.

Okey begini aku jelaskan ya. Di Hubungan Internasional itu kita tidak tok mentok belajar seputar politik dalam dan luar negeri. Tidak hanya belajar gimana si caranya memposisikan diri sebagai seorang decision maker on the international stage. No. Di HI itu kamu diajarkan public speaking, sit on the negotiation table, making decision on your own, be a representative. Bahkan aku di HI ya belajar filsafat, belajar hukum internasional, belajar ekonomi ! huh, bete. Mungkin karena my minus poin ada di hitung menghitung jadi tiap kuliah ekonomi bawaannya nguantuk puol. -_-

Jujur, untuk masalah komunikasi capability, aku masih ngap dan gagap kalau harus speech in front of people. Inget banget dulu masih jadi mahasiswi, tiap disuruh presentasi gua ada aja alesannya. Padahal yang nonton juga temen sendiri, yang abis itu makan bareng dikantin. Tiap disuruh jawab pertanyaan jadi kayak bayi baru bisa ngomong, bubbling ga jelas. then, nyesel setelahnya.

Tapi memang dasar anaknya suka ngomong, bawel, dan suka menginfluence orang. Jadilah aku di marketing. Ngga ada yang tiba-tiba jadi Executive Director m guys?  mas Bandung bondowoso aja butuh lebih dari one night buat bikin candi untuk Ibu Roro Jonggrang, soalnya semalem itu impossible. "Sebenernya, cita-cita kaka apasi dulu?" well,, of course hampir sama lah kayak anak HI pada umumnya. Pasti pengen berkarir dijurusan yang sama. Pengen jadi konsulat, pengen jadi Duta Besar, paling ngga kerja di kedutaan deh. Tapi setelah aku mengikuti banyak kegiatan dikampus. Jadi Manager basket lah, jadi mbak Liaison Officer, jadi tukang crew concert, kayaknya kok asik ya having this kind of activity. 

Frelia saat ini bekerja sebagai Marketing Communication staff yang bergerak dibidang kecantikan. Wait! Masih nyambung kok. Seperti yang sebelumnya aku mention, di Hubungan Internasional kita belajar negosiasi, belajar public speaking, belajar jadi decision maker, belajar manage a good relations, jadi a representative. Bedanya hanya sekarang kita making decision for company goodness sake. I become a representative for my company and focus to expand a large network that beneficial for company. Nggak se-tidak-nyambung itu kan ? Dan put in mind, tidak ada pekerjaan yang salah jika didapatkan dengan cara yang halal. Pernah denger ngga sih, suka ada yang ngomong "Salah jurusan menghasilkan salah kerjaan" -_-

Tapi ya temans temans, kalau semisal yang baca blog aku ada yang anak HI, kalian ngga perlu worry, In fact, banyak bangeeet temen-temen aku bachelor of Int'l Affairs, kerjanya sebagai Marketeer. Buanyak. Intinya, kalau ada yang julid, "kok kerjaannya beda sama kuliahnya" "ih ngambil lahan anak jurusan a dan b aja" or anything else, jawab santuy aja. hehe. Ada yang pernah mengalami kondisi yang sama seperti aku ?

Comments